Track dan titik-titik penting yang lebih detail di jalur Cimelati - Salak I akan segera di update. Lagi dibikin dulu,....kalo lagi gak males.....
Man, Location and Behavior : An Introduction to Human Geography oleh Kevin R. Cox versi elektronik (sebagian free), buku lainnya juga ada.
Buku elektronik gratis ada disini (tapi gak semua). Ntar kalo udah ada yang punya account, bisa dibagi-bagi. Lumayan nambah pahala....
Track CIREMAI (PALUTUNGAN) untuk pengguna "GPS Receiver" dalam format :
a. GDB Track Ciremai (gdb) - use Mapsource -
b. GPX Track Ciremai (gpx) - use Google Earth -
c. SHP Track Ciremai (shp) - use ArcView/ArcGIS/ArcPad -
Buka link ke HYPERUPLOAD lalu download file seperti ini : Hyperupload :: Download
Download link:
click here for download
Ciremai from West Ciremai from South Ciremai from Eastsource : GMC UI - googleearth -
Track G. Salak I (CIMELATI - CIDAHU) untuk pengguna "GPS Receiver" dalam format :
a. GDB Track Salak I (gdb) - use Mapsource -
b. GPX Track Salak I (gpx) - use Google Earth -
c. SHP Track Salak I (shp) - use ArcView/ArcGIS/ArcPad -
Buka link ke HYPERUPLOAD lalu download file seperti ini : Hyperupload :: Download
Download link:
click here for download
Salak I from West Salak I from South Salak I from East
source : GMC UI - googleearth -
Track G. Rinjani untuk pengguna "GPS Receiver" dalam format :
a. GDB Track Rinjani (gdb) - use Mapsource -
b. GPX Track Rinjani (gpx) - use Google Earth -
c. SHP Track Rinjani (shp) - use ArcView/ArcGIS/ArcPad -
Buka link ke HYPERUPLOAD lalu download file seperti ini : Hyperupload :: Download
Download link:
click here for download
Rinjani from NorthWest
Rinjani from SouthWest
Rinjani from North
source : googleearth - www.navigasi.net -
Wilayah administrasi di Indonesia saat ini terdiri dari 32 propinsi dengan 440 daerah kabupaten/kota atau lebih rinci lagi ada 349 ibukota daerah kabupaten dan 91 ibukota daerah kota,
Ditinjau dari jumlah penduduknya, Indonesia mempunyai sekitar 281 kota. Jumlah ini termasuk 91 ibukota daerah kota tetapi 5 daerah kota di DKI Jakarta dihitung sebagai 1 kota/kawasan kota. Maka ada 194 kota yang tidak berstatus ibukota propinsi atau kabupaten/kota, contohnya, kota Cibinong.
Ada beberapa fakta yang dapat diketahui, yaitu :
21 kota ada di ketinggian > 1000m, dengan rincian :
10 kota di sumatera, antara lain kota Bukittinggi dan Lubuksikaping
9 kota di jawa, antara lain kota Bandung dan Batu
1 kota di bali dan nusra, yaitu kota Ruteng
1 kota di sulawesi, yaitu kota Kotamobagu
Kota-kota yang terletak di ketinggian > 1000m tidak (atau belum?) ada di Kalimantan, Maluku dan Papua
121 kota ada di wilayah pesisir ( < 5 km dari pantai ), dengan rincian :
12 kota di bali dan nusra, antara lain kota Singaraja dan Kupang
33 kota di sumatera, antara lain kota Banda Aceh dan batam
5 kota di maluku, antara lain kota Ternate dan Ambon
26 kota di sulawesi, antara lain kota Makassar dan Menado
8 kota di kalimantan, antara lain kota Nunukan dan Balikpapan
25 kota di jawa, antara lain kota Surabaya dan Cilacap
12 kota di papua, antara lain kota Sorong dan Biak
Pada pandangan pertama ke sebuah peta produksi bersama staf dan peneliti USGS, EROS dan University of Minnesota, akan tampak sebuah peta dunia yang tidak ada bedanya dengan peta dunia yang telah ada. Tetapi setelah memakai kacamata 3 Dimensi akan tampak lain. Pegunungan-pegunungan akan tampak naik dan lembah-lembah akan tampak turun, sehingga peta ini menjadi peta 3 dimensi dari yang tadinya 2 Dimensi.
Peta inovatif ini baik secara dijital maupun cetakannya, membuat pengguna peta dapat melihat kenampakan atau objek geografis bumi dengan cara pandang yang unik. Visualisasi ini menjadi tool yang sangat berharga untuk memahami hubungan-hubungan geospasial yang kompleks.
Data permukaan bumi dan wilayah pantai yang diperlukan untuk membuat peta ini diperoleh dari sebuah sensor satelit MODIS yang ada di satelit Terra milik NASA dengan orbit sekitar 700 km dari permukaan bumi. Teknik untuk membuat peta ini dikembangkan oleh USGS dengan mengkombinasikan data MODIS dengan data ketinggian permukaan daratan dan kedalaman dasar laut. Hasil dari kombinasi tersebut adalah ‘global mosaic” yang memperlihatkan kenampakan topografis permukaan bumi dalam detail yang mengagumkan. Data dasar laut diperoleh dari berbagai sumber dari AL AS. Sumber-sumber ini termasuk pengamatan altimetri satelit yang dikombinasikan dengan pengukuran echo sounding kapal laut untuk memastikan keakuratan.
Bagaimana efek 3D didapat ? Dengan menggunakan data diatas, dua gambaran permukaan bumi yang berbeda bisa dihasilkan, dengan masing-masing peta mempunyai sedikit perbedaan perspektif. Dua peta ini dikodekan dalam warna merah dan biru dan ditumpangtindihkan satu sama lain untuk membuat sebuah tipe gambaran yang disebut anaglyph. Peta ini menghasilkan efek 3d ketika dilihat langsung melalui filter warna merah-dan-biru di sebuah kacamata khusus atau kacamata 3D.
ESRI Map Books