- Next »
- Previous
Anaglyph
Pada pandangan pertama ke sebuah peta produksi bersama staf dan peneliti USGS, EROS dan University of Minnesota, akan tampak sebuah peta dunia yang tidak ada bedanya dengan peta dunia yang telah ada. Tetapi setelah memakai kacamata 3 Dimensi akan tampak lain. Pegunungan-pegunungan akan tampak naik dan lembah-lembah akan tampak turun, sehingga peta ini menjadi peta 3 dimensi dari yang tadinya 2 Dimensi.
Peta inovatif ini baik secara dijital maupun cetakannya, membuat pengguna peta dapat melihat kenampakan atau objek geografis bumi dengan cara pandang yang unik. Visualisasi ini menjadi tool yang sangat berharga untuk memahami hubungan-hubungan geospasial yang kompleks.
Data permukaan bumi dan wilayah pantai yang diperlukan untuk membuat peta ini diperoleh dari sebuah sensor satelit MODIS yang ada di satelit Terra milik NASA dengan orbit sekitar 700 km dari permukaan bumi. Teknik untuk membuat peta ini dikembangkan oleh USGS dengan mengkombinasikan data MODIS dengan data ketinggian permukaan daratan dan kedalaman dasar laut. Hasil dari kombinasi tersebut adalah ‘global mosaic” yang memperlihatkan kenampakan topografis permukaan bumi dalam detail yang mengagumkan. Data dasar laut diperoleh dari berbagai sumber dari AL AS. Sumber-sumber ini termasuk pengamatan altimetri satelit yang dikombinasikan dengan pengukuran echo sounding kapal laut untuk memastikan keakuratan.
Bagaimana efek 3D didapat ? Dengan menggunakan data diatas, dua gambaran permukaan bumi yang berbeda bisa dihasilkan, dengan masing-masing peta mempunyai sedikit perbedaan perspektif. Dua peta ini dikodekan dalam warna merah dan biru dan ditumpangtindihkan satu sama lain untuk membuat sebuah tipe gambaran yang disebut anaglyph. Peta ini menghasilkan efek 3d ketika dilihat langsung melalui filter warna merah-dan-biru di sebuah kacamata khusus atau kacamata 3D.
ESRI Map Books